06 September 2023 /
777 Viewers

Aplikasi SIGMA PPA; Membantu Masyarakat untuk Melaporkan dan Monitoring Data Kekerasan Terhadap Anak

Data kekerasan dapat diibarat sebagai fenomena gunung es. Kecil dipermukaan namun besar didasarnya. Banyak kasus yang terjadi, namun tidak didokumentasikan. Faktor yang mungkin mempengaruhi antara lain tidak didokumentasikan, tidak dilaporkan ataupun keduanya. Situasi ini terjadi dibanyak tempat. Pemerintah pusat dan kabupaten telah mengembangkan aplikasi pelaporan kasus yang disebut dengan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI). Bertujuan untuk mencatat kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di masyarakat. Namun pengelolaan aplikasi ini masih terbatas pada jenis kasus yang ditangani oleh pihak hukum maupun pendamping kasus. Sementara ada banyak sekali kasus kekerasan yang terjadi di daerah. Sebagai contoh, di kabupaten Sumba Barat.

Save the Children melalui mitra Stimulant Institute mengembangkan aplikasi Sistem Monitoring Manajemen Perlindungan Perempuan dan Anak (SIGMA PPA). Aplikasi berbasis online bertujuan untuk mendukung pencatatan dan pelaporan kasus kekerasan tingkat desa. SIGMA PPA dikembangkan sesuai konteks Sumba, oleh karenanya sedang diupayakan untuk dapat digunakan secara offline. Sebelum aplikasi ini dikembangkan, tim program Gender dan CP, terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Dinas P5A untuk mendapatkan gambaran dan input terhadap pengembangan aplikasi tersebut. Saat ini, aplikasi telah siap digunakan. Namun, dalam penggunaanya, kami perlu memberikan penguatan kapasitas kepada pengguna aplikasi di tingkat kabupaten dan desa.

penggunaan aplikasi ditingkat kabupaten lebih mudah dibanding tingkat desa. Untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi, kami memilih sumber daya yang telah beradaptasi dengan perangkat android. Mereka dikapasitasi terkait manajemen kasus pada anak dan Perempuan” ujar Yessy Tupu Officer Gender dan CP Stimulant Institute. Ditambahkan Yessy, bahwa aplikasi ini dapat mentracking tahapan penanganan dan pendampingan kasus dari komunitas.

Pelatihan aplikasi monitoring kasus difasilitasi oleh konsultan pengembang Iqbal Fauzi Rakhmat dan Budi Prasetya secara offline (24-25/8). Pelatihan melibatkan 33 peserta (18P; 15L), perwakilan dari Dinas P5A, Dinas Sosial, Dinas PKO, DKIPS, Dinas PMD, Balai Permasyarakatan dan admin desa.

“Sangat luar biasa pengembangan aplikasi yang sudah dilakukan. Jadi bukan hanya pelaporan kasus, namun masyarakat sendiri bisa memonitoring perkembangan kasus dan perkembangan pemulihan korban” tutur Mikael Bora fasilitator Managemen Kasus Dinas P5A.

Apresiasi yang sama diberikan oleh Anton Samani Staff Dinas PKO. Menurutnya “Penggunaan aplikasi ini akan membantu pelaporan kasus. Akan banyak kasus yang terlapor! Setidaknya data yang ditampilkan menunjukan ada kesadaran untuk melapor. Selain itu, mereka tahu ada pihak-pihak yang siap membantu untuk menangani kasus”.

Selanjutnya, tim program akan melakukan sosialisasi dan uji coba aplikasi di desa dampingan program. Pasca uji, aplikasi ini bisa digunakan oleh masyarakat untuk membantu pengelolaan dan dokumentasi data kekerasan.