22 Maret 2024 /
417 Viewers

Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak Melalui Reading Fun Activity

Waikabubak, 22 Maret 2024. Hasil studi ALIBACA Kemdikbudristek, menemukan bahwa NTT sebagai provinsi dengan literasi terendah ke empat nasional, sementara itu?, raport pendidikan Kabupaten Sumba Barat berada pada urutan dua terendah di NTT. Paralel dengan kedua temuan di atas pengukuran literasi kabupaten Sumba Barat yang dilakukan oleh Sponsorship pada tahun 2022 menunjukkan bahwa, pada keterampilan ketepatan baca dan membaca pemahaman masih terdapat gap sebesar 9-15 %  dari standar yang ditentukan. Data ini dapat dikonfirmasi melalui hasil monitoring pengawas terkait pemanfaatan perpustakaan sekolah pada tahun 2023, tercatat hanya 28 perpustakaan atau 60 % dari 47 SD yang pernah melibatkan anak-anak dalam mengelola perpustakaan namun belum dilakukan secara intens.

Sebagai upaya mengatasi masalah di atas, Stimulant Institute mitra Save the Children bekerjasama dengan Dinas PKO Sumba Barat menyelenggarakan  pelatihan mentor terkait pendekatan literasi berbasis sekolah “Reading Fun Activity”. Reading Fun Activity (RFA) atau kegiatan membaca menyenangkan menargetkan anak-anak yang mengalami tantangan membaca di kelas 2-4 SD. Pada tahun 2024 intervensi RFA  akan dilakukan di 20 SD Sponsorship. Untuk mengimplementasikan kegiatan ini, rangkaian kegiatan telah dilakukan sejak bulan Februari 2024, dimulai dari seleksi fasilitator SD dan mentor RFA, dan kemudian pelatihan fasilitator SD dan Mentor RFA.

Pelatihan  RFA menargetkan 20 Kepala Sekolah, 40 mentor dan 5 fasilitator SD (2P, 3L), Dinas PKO 4 orang (4L). Pelatihan ini dilakukan selama 3 hari dan dibagi ke dalam 2 gelombang, dimana gelombang pertama (kecamatan Loli, Kota dan Tanarighu), terdapat  38 peserta (35P, 3L), dilakukan pada tanggal 19-21 Maret 2024. Gelombang kedua kecamatan Lamboya dan Wanukaka 31 peserta (28P, 3L) pada tanggal 21-22 April 2024. Kehadiran peserta mencapai 100%, hal ini membuktikan bahwa peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Yoan Ida Ringu Paubun sebagai ECCD Specialist  dan Tim Education Stimulant Institute. Kepala Dinas PKO, Lobu Ori, SPd, M.Pd dalam sambutannya  menyampaikan apresiasi kepada Stimulant Institute dan Save the Children atas kontribusinya dalam membangun Sumba Barat melalui peningkatan kapasitas guru. Beliau menegaskan  kepada peserta bahwa “jika guru terus melakukan selft improve dan konsisten maka literasi dan numerasi anak dapat meningkat, siswa tidak ada yang tidak bisa, karena setiap anak belajar dengan caranya, sehingga guru harus melakukan pemetaan diagnostik untuk memahami gaya belajar siswa, sehingga treatmen yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan. Pastikan anak-anak bahagia ketika di sekolah, sehingga anak bisa belajar dengan baik. Guru  harus merubah cara mengajar menjadi lebih menarik, sehingga dapat meningkatkan minat belajar anak”. Ditempat yang sama, kepala seksi kurikulum, Cindy C.C. Kiuk juga menyampaikan bahwa ‘sekolah-sekolah yang belum didukung oleh Stimulant Institute, Bapak/Ibu Kepala Sekolah dapat menganggarkan melalui Dana BOS. Peluang ini ada sehingga semua sekolah dapat melakukan kegiatan yang sama agar literasi numerasi anak dapat ditingkatkan’.

Pada hari pertama pelatihan, peserta difasilitasi dengan konsep reading fun dan instrument pemetaan keterampilan literasi, hari kedua peserta melakukan trial pemetaan kemampuan baca di sekolah masing-masing, dan hari ketiga peserta akan kembali ke lokasi pelatihan dan membagikan hasil trial dan tindak lanjutnya adalah peserta  membuat sesi plan untuk pelaksanaan RFA selama 2 bulan. Hasil pelatihan ini; melalui trial pemetaan kemampuan baca pada hari kedua, guru telah menentukan target anak RFA dan membuat rencana sesi pelaksanaan RFA.

Pada penutupan kegiatan pelatihan dihari terakhir gelombang I, Lobu Ori, SP.d, MPd kembali berpesan dan menegaskan kepada para mentor terlatih untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing. (SI)