Morotai, 26 Februari 2026. Menjelang pelaksanaan Program KREASI di tahun 2026, Stimulant Institute dan Save the Children Indonesia melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Aula Hotel Molokai. Audiensi ini bertujuan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dalam upaya KREASI meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai. Dalam pertemuan ini, Stimulant Institute dan Save the Children membahas dampak dari implementasi KREASI di Morotai sepanjang 2025 serta peluang meningkatkan dampak program dengan dukungan pemerintah provinsi.
Sepanjang 2025, Stimulant Institute mitra pelaksana program KREASI di Morotai mendampingi 21 SD/MI dan 8 PAUD/TK/RA. Kepala sekolah memperoleh pelatihan kepemimpinan instruksional, sementara guru didampingi menerapkan metode pembelajaran berbasis bermain untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan pendekatan yang lebih partisipatif.
Salah satu intervensi peningkatan literasi dan numerasi dilakukan melalui Klub Literasi dan Numerasi (Catch-Up Club). Klub ini telah menjangkau 418 siswa di sekolah dampingan KREASI Morotai yang mengalami kesulitan belajar, termasuk yang belum mengenal huruf, sejak Juli 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 107 siswa dilaporkan telah mampu membaca setelah mengikuti pendampingan.
Selain intervensi di kelas, pendampingan juga menghasilkan satu buku praktik baik guru-guru di sekolah dampingan KREASI Morotai serta satu buku karya siswa berisi puisi dan cerita pendek tentang Morotai sebagai bagian dari penguatan literasi berbasis konteks lokal.
“Implementasi KREASI di Pulau Morotai diperkuat oleh ekosistem pendidikan daerah yang solid melibatkan lintas unit teknis, BPMP, BGTK, LPTK Provinsi Maluku Utara, DPRD, perguruan tinggi, dan CSO yang secara konsisten melakukan joint monitoring hingga sekolah pelosok. Kolaborasi ini menjadi fondasi dampak program. Untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan praktik baik, kami mengharapkan dukungan strategis Pemerintah Provinsi melalui kebijakan terintegrasi yang menyelaraskan KREASI dengan agenda pembangunan pendidikan daerah.” ujar Yeni, Program Manager Stimulant Institute.
Melalui audiensi ini, Stimulant Institute dan Save the Children berharap kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat memperluas dukungan kebijakan dan memperkuat keberlanjutan program di daerah, sehingga intervensi yang telah berjalan di Morotai tidak berhenti sebagai proyek pendampingan, melainkan menjadi bagian dari upaya sistematis peningkatan kualitas pendidikan di Maluku Utara. (Red/SI)