25 Maret 2026 /
101 Viewers

Penguatan Layanan MTBS dan PKPR: Strategi Terpadu untuk Meningkatkan Kesehatan Balita dan Remaja

Sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi balita dan remaja, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat bersama Stimulant Institute—mitra Save the Children menyelenggarakan kegiatan penguatan layanan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Maret 2026 di Aula SMA Karanu, Waikabubak.

Kegiatan ini berfokus pada integrasi hasil temuan pemantauan dan pendampingan program MTBS dan PKPR sepanjang tahun 2025, sekaligus merumuskan strategi peningkatan kualitas layanan untuk tahun 2026. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas implementasi kedua program secara lebih terpadu dan berkelanjutan.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas P3A, Dinas PKO, dokter umum, kepala puskesmas, serta pengelola layanan MTBS dan PKPR. Kehadiran beragam pihak ini mencerminkan komitmen kolektif dalam memperkuat layanan kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan balita dan remaja di tingkat fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, yakni Petrus C. Mastail, S.Gz selaku penanggung jawab MTBS, dan Vinsensia A. Lende, S.Kep., Ns selaku penanggung jawab PKPR. Keduanya memaparkan hasil pemantauan dan pendampingan program selama tahun 2025, sekaligus memberikan arah strategis untuk penguatan implementasi di tahun mendatang. Salah satu temuan penting menunjukkan bahwa dua dari sepuluh puskesmas di Sumba Barat, yaitu Puskesmas Laihuruk dan Puskesmas Padedewatu, telah menyediakan tenaga khusus untuk pelayanan MTBS setiap hari—sebuah praktik baik yang dapat direplikasi di fasilitas kesehatan lainnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa “ MTBS dan PKPR merupakan program strategis pemerintah yang harus diimplementasikan secara optimal di seluruh fasilitas kesehatan. Ia menyampaikan bahwa MTBS berperan memastikan balita sakit mendapatkan pemeriksaan yang terpadu dan komprehensif sehingga diagnosis dan pengobatan menjadi lebih tepat, sementara PKPR menjamin remaja memperoleh layanan kesehatan yang rutin, edukatif, dan preventif. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan dukungan yang telah tersedia, termasuk tenaga kesehatan terlatih dan sistem supervisi oleh dokter umum, guna meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.”

Sebagai wujud komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh peserta. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan mutu layanan, serta memastikan implementasi MTBS dan PKPR di sepuluh puskesmas di Kabupaten Sumba Barat berjalan secara konsisten, terintegrasi, dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026 dan seterusnya.