25 Maret 2026 /
143 Viewers

Kolaborasi Lintas Sektor Tingkatkan Layanan Posyandu dan Kunjungan Rumah untuk Mendukung Kesehatan I

Untuk meningkatkan kualitas layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Komunitas, Stimulant Institute-mitra Save the Children bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat menyelenggarakan Evaluasi Layanan Kunjungan Rumah tahun 2025 dan Penyepakatan Strategi Pelaksanaan Kunjungan Rumah tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2026 di Aula SMA Karanu Waikabubak dengan melibatkan berbagai pihak dari Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Tenaga Kesehatan pendamping desa, Pemerintah Desa serta Ketua Kader Posyandu dari 18 Desa Intervensi. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi penggerak utama yang akan mendorong implementasi strategi di wilayah masing-masing termasuk optimalisasi penggunaan buku KIA sebagai media edukasi keluarga.

Tujuan dari kegiatan ini untuk meninjau capaian kunjungan rumah tahun 2025, membahas tantangan yang dihadapi serta berbagi praktik baik yang sudah diterapkan. Selanjutnya, peserta menyepakati strategi pelaksanaan posyandu dan kunjungan rumah tahun 2026, termasuk mekanisme koordinasi lintas sector, penjadwalan kunjungan rumah serta tata Kelola dokumentasi dan pelaporan.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Narasumber dari Dinas Kesehatan Stella Natalia, AMd. Keb membawakan materi terkait pemanfaatan buku KIA sebagai media edukasi keluarga termasuk mendampingi keluarga dalam memahami informasi Kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, Dinas PMD Yosafat B. Putika, S.Pt  menyampaikan materi mengenai peran Dinas PMD dalam mendukung tata Kelola posyandu mulai dari pembinaan kader hingga koordinasi dengan Pemerintah Desa untuk memastikan keberlangsungan layanan Kesehatan di tingkat komunitas.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Lukas Lodu Pewu, SH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Posyandu dan Kader merupakan ujung tombak pelayanan Kesehatan di komunitas. “ Kunjungan rumah bukan sekedar kegiatan tambahan, tetapi merupakan strategi penting untuk memastikan setiap ibu hamil, bayi dan balita tetap mendapatkan layanan Kesehatan meskipun tidak hadir di Posyandu. Melalui kunjungan rumah, Kader Posyandu dapat mengetahui kondisi kelaurga, memberikan edukasi yang tepat serta mendeteksi dini permasalahan Kesehatan” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program Kesehatan di komunitas sangat bergantung pada dukungan Pemerintah Desa dan koordinasi lintas sektor. “Pemerintah desa memiliki peran kunci dalam menjamin keberlanjutan layanan Posyandu, baik melalui kebijakan, pembinaan maupun alokasi dana desa” tambahnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta baik dari Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Tenaga Kesehatan, Pemerintah desa dan Kader Posyandu yang bertujuan untuk memastikan Posyandu aktif, berkualitas, serta kunjungan rumah dilaksanakan secara rutin dan terkoordinasi. Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi lintas sektor semakin kuat, sehingga layanan Kesehatan Ibu dan Anak di desa tidak hanya menjangkau seluruh masyarakat, tetapi juga berdampak nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.